Desember Ceria (Kisah LDR) #4

By : Mutiara Kasih


~Masih menanti datang nya hari bertemu dia. Kesibukannya membuat kami harus tetap bersabar untuk jumpa pertama setelah resmi berkomitmen satu sama lain. Hasrat itu semakin menggebu tak terelak lagi, kadang hati tak ingin berkompromi menolak untuk bersabar. Seperti ada yang sedang demo dalam benakku. Diruang VC "syg kapan bisa jumpa?" kataku "sabar yaaa mungkin akhir bulan februari". Ekspresiku seketika berubah menjadi sendu dan semakin berharap "cepat datang sayang"dalam hatiku.
~25 Februari'18... "syg, jadi datang?" pesanku. Berjam-jam kemudian tak kunjung ada balasan. Kukirim kembali pesan keponselnya "syg, sibukkah? Berangkat malam atau siang?" namun tak kunjung ada balasan. Malam harinya pesanpun hadir keponselku "lagi sibuk sayang, masih ditempat kerja ada masalah". Hanya itu pesan yang dia kirim kembali hatiku resah dan kembali kutelpn namun tak kunjung ada respon.
~25 Februari'18 sekitar pukul 22.00... Ponselku berdering akhirnya. Dengan semangat kuangkat dia yang VC saat itu. Masih dengan seragam kerjanya dia senyum dan berkata "capek sayang ini baru pulang, subuh tadi kerja dan malam ini baru kelar, baru sampe rumah juga". Seketika kulega mendengarnya, mendengar kabar bahwa dia baik-baik saja 😢.
~Diruang VC tersebut, dia berkata "maaf sayang, kayaknya gak bisa nemuin kamu aku capek banget sayang maaf yaa". Dengan raut muka berubah drastis sedih bercampur iba terpaksa aku menjawab "iya gpp syg, lain waktu masih bisa jumpa kok". Saat itu dalam hati tetap berharap bisa jumpa. Tepat pukul kurang lebih 23.00 dia bilang "sayang, aku mau ganti pakaian mau tidur nih capek,  kamu tidur gih dah malem". Setelah dia bilang salam, akupun menkawab salamnya dengan nada lirih. Kumatikan ponselku, dan akupun tidur dengan harap segera bertemu entah kapanpun itu.
~26 Februari'18 sekitar pukul 05.30 pagi, setelah shalat kubuka ponsel dan tiba-tiba pesan masuk saat itu. Dari dia yang sudah mulai kusayang. "sayang, udah bangun? Aku udah di Palembang sejak jam 05.00 pagi dan ini aku masih distasiun". Aku yang masih setengah ngantukpun mendadak berwajah bahagia dan khawatir karena dia masih stay di stasiun. Cepat kubalas pesannya untuk segera kerumah, tapi dia enggan kerumah karna terlalu pagi katanya. Dia distasiun sampai jam 08.00 pagi, sedikit debat saat itu dengannya karna dia tetap enggan langsung kerumah.
~Akhirnya dia bilang mau kerumah oom nya pinjam kendaraan dan segera kerumahku. Jam 10.00 pagi dia tiba dirumahku dengan share location ke ponselnya. Aku mengintip dari jendela kamar karna sudah terdengar suara mobil parkir depan rumah. Betapa bahagianya aku saat itu. Kusambut dia dengan senyuman, dia mengulurkan tangan dan kami bersalaman untuk pertama kalinya. Kupersilahkan dia masuk yang juga disambut senyum manis ibuku yang juga menunggu kedatangannya hari itu. 

**bersambung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desember Ceria (Kisah LDR) #3

Desember Ceria (Kisah LDR) #2

Desember Ceria (Kisah LDR)