Desember Ceria (Kisah LDR)

By: Mutiara Kasih

~Saat perjumpaan dimulai dengan sebuah ketidaksengajaan. Bertemu dalam sebuah acara dan tak saling menyapa. Hingga pada suatu ketika saling bertegur sapa dalam sebuah akun. Memulai perkenalan bahwa kami pernah bertemu.
~Kemudian perkenalan berlanjut chat pribadi. Saling bercerita dan berbagi kisah. Saat itu dia dan kenangannya yang pilu, dan begitupun denganku.
~Semakin menjalin komunikasi yang tidak begitu intens, karena kesibukan masing-masing, terkadang dia memulai dengan menghubungiku dilarut malam. Ya, percakapan sederhana dan semua penuh suka dan tawa. Dia begitu menghibur tiada henti.
~Semakin hari ternyata aku tak pernah menyadari, dia yang selalu menanyakan kabarku ditengah sibukku ternyata menaruh hati padaku.
~Hingga semua dimulai dari ulang tahunku.
Yaa kami berjarak, kami terpisahkan selat sunda. Dan saat itu tepat ditanggal 10 Oktober, dia menghubungiku di ruang video call. Dengan tiba-tiba lilin dihadapannya. Aku kaget, karena ulangtahunku berlangsung esok harinya tapi ia memberiku begitu kejutan sederhana yang cukup membuat wanita akhirnya sedikit terketuk. Begitupun aku yang biasa dibilang miss cuek. Kuucapkan terimakasih dan selebihnya? Aku kembali cuek.
~Tapi disuatu saat dia tiba-tiba menghilang. Dan aku yang cuek ini tiba-tiba pula mencari-cari. Karena tak ada lagi pesan yang menyapaku "hai, cewe, gadis, malam" atau apalah.
~Dikesempetan Desember, kusapa dia saat setelah kupulang kerja dan menanyakan kabarnya. Dia respon dengan baik, tapi aku kembali sibuk dengan urusanku hingga dia akhirnya berkata "datang tak dijemput pulang tak diantar". Kubuka pesannya dilarut malam, kubalas dan dia hanya memberiku emot 😉. Tak ada lagi percakapan. Handphoneku pun kembali dipenuhi pesan grup saja.
~Beberapa hari kemudian dia mengirim pesan singkat "lagi apa?, sibuk?, boleh kutelpn? ". Karena saat itu aku yang kebetulan sedang leyeh-leyehpun menjawab "boleh". Dia menelponku dan bercerita banyak hal. Lagi-lagi aku sellu suka dengan gurauannyayang khas. Tapi tiba-tiba dia menyatakan perasaannya bahwa dia ingin serius denganku. (tapi kisah sampai kesini tak sesingkat yang kuceritakan kawan, butuh waktu lama).
Akhirnya aku terdiam dan kemudian berkata "kenapa kamu ingin aku? " tapi tanpa alasan appun dia beri. Lalu aku hening dan menjawab spontan tanpa memikirkan hatiku yang sebenarnya tidak sama sekali ada persaan suka padanya. Suka saja tidak, apalagi sayang. Kulanjutkan menjawab "kalau emang serius, kita jalani dengan hubungan dan sekarang kamu milikki dan aku milkmu". Din kaget dan bertanya "bisakah diulang kembali kalimat terakhir? ". Kuulang dengan nada 1/4 sadar bahwa aku menerimanya.
~Tak hanya itu, aku bilang padanya bahwa "maaf aku belum punya rasa sama kamu,  tapi jika kamu serius aku akan belajar mencintai kmu dan belajar buat menerima kamu seutuhnya". Diapun menjawab "tidak apa-apa, tapi jika kamu akhirnya tetap tidak bisa menerimaku bilang padaku agar tak terlalu jauh rasaku dn aku akan pergi setelah itu".
~Kesepakatan pun dimulai tanpa pembahasan persoalan jarak. Bahwa kami sedang dalam kapal kecil diatas ombak yang besar. Kami sadar, tapi tak peduli untuk kepulau tujuan.

***bersambung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desember Ceria (Kisah LDR) #3

Desember Ceria (Kisah LDR) #2