Engkau,
Saudaraku
By:
Mutiara Kasih “mawar biru”
langit, tak pernah gelap ...
jika mentari slalu bersinar
dan setia pada langit siangnya
langit, tak pernah gelap ...
jika rembulan tetap bercahaya
dan setia pada gelap malam
langit, tak akan hampa ...
jika manisnya awan slalu hadir didalam porosnya
langit, tak akan hampa
jika warna keindahan hadir disetiap momentnya.
langit, akan terasa kosong...
jika sang pencipta keindahan, tanpa menghadirkannya
satu aksara
laksmana arti yang tersirat, didalam sebuah
rona eloknya pandangan mata
dan kita adalah saudara
tak ada pohon yang tak berdaun...
tak ada telaga yang tak berair
tak ada api yang tak berasap
tak ada jalan panjang yang tak berliku
tak ada bunga yang tak bermahkota
tak ada pula kayu yang tak beranting
semua tercipta, untuk ditemukan pada hakikatnya
dan semua suratan pencipta pada takdir duniawi...
kita adalah saudara
kokoh air mata, ialah saat dupertemukan,
dan dipisahkan untuk berjumpa kmbali
pada ruang dan waktu yg berbeda
saat cerita indah kita terurai...
saat itulah kita kenang, masa dimana kita bersama.
jangan lupakan genggaman tangan pertemuan kita
jangan lupakan satu kalimat kata nama yg pernah
terucap
jangan lupakan rangkulan dan satu canda yg pernah
kita untai
dan jgn pernah lupakan cerita indah yang kita tulis disebuah batu
yaang kokoh.
jika rindu telah merasuk maka ingat lah hari ini saat kita masih
bersama
dan kita adalah saudara
Good, not bad, nice
BalasHapusthanks for ur comment :D
Hapus