Desember Ceria (Kisah LDR) #5

~ setelah beberapa lama bercerita tentang hal apapun dirumahku. Bercerita pula dengan ibukku saat itu, kamipun pergi. Mengunjungi beberapa tempat hanya untuk sesaat. Tak banyak yang kami lakukan, pertemuan pertama membuat kami serasa rikuh satu sama lain.
~ Malampun tiba, karna hari sudah semakin gelap. Ia pun mengantarku pulang. Diperjalanan, dia menunjuk satu benda yang ada di mobil. Kulihan sisi belakang kursiku, ada satu kardus disana. Dia bilang "ambil syg, buka dan lihat apa itu". Akupun bingung dan kuambil kardus itu kuletakkan dipangkuanku sambil bertanya "gak berat,emang apa isinya". "buka aja syg, aku juga gak tau apa isinya". Lalu kubuka perlahan bungkus demi bungkusnya dan akhirnya akupun terharu dan menatap sisinya yang saat itu sedang menyetir. Tak bisa berkata-kata dan hanya berucap "terimakasih". Diapun tersenyum sambil bilang "buat kamu, itu temenmu pergi ke Semarang nanti, aku gak bisa nemenin kamu dan itu yang akan nemenin kamu". Akupun tersenyum haru sambil menatap satu boneka beruang lengkap dengan seragam dan atribut masinis dengan nametag nya. 
~ Hadiah yang sangat unik bagiku, sangat berharga. Saat itu aku tak menyangka dia laki-laki yang cuek tiba-tiba memberiku satu hal yang tak terlupakan. Sungguh tak menyangka sebenarnya.
~ Diperjalanan aku hanya diam, bungkam seribu bahasa. Ingin menangis tapi tertahan. Yaa aku orang yang cengeng tapi tak mudah bagiku menangis dihadapan siapapun termasuk dia. "kok diem syg?, ngomong dong" katanya. "bingung syg, gak tau mau bilang apa cuma berharap semoga selamanya begini" kataku. Diapun tersenyum.
~Sampai dirumah, setelah dia berbincang sebentar dengan ibukku. Diapun pamit, dan hatiku mulai berubah begitu sedih. Rasa tak ingin melepasnya, tak ingin jauh lagi dengannya. Ada banyak rasa yang makin tumbuh saat itu.
~Esok hari...
Diapun mengirim pesan untuk pamit pulang kerumahnya. Pagipun kubelain diri untuk menghampirinya ke stasiun. Dengan membawa bekal makan siangnya di kereta nanti, kuhampiri dia. Datang diwaktu yang telat saat itu karna beberapa menit jumpa keretanya harus berangkat. Diapun menatapku dan berpesan "baik-baik di Semarang, kuliah yang bener". Kulihat diapun berjalan menjauhiku, kuamati punggungnya yang semakin menjauh pergi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desember Ceria (Kisah LDR) #3

Desember Ceria (Kisah LDR) #2

Desember Ceria (Kisah LDR)